KASUAL Stories

Arti Slim Fit, Skinny, dan Straight di Celana Pria

Diterbitkan

Arti Slim Fit, Skinny, dan Straight di Celana Pria

Nama potongan celana sebenarnya cuma bicara satu hal: seberapa dekat kain menempel di kaki kamu.

Skinny paling menempel, dari paha sampai bawah. Slim menempel di paha tapi melonggar sedikit ke bawah. Straight turun lurus dengan lebar yang sama dari lutut ke mata kaki. Regular paling longgar dari ketiganya, tanpa mengesankan kebesaran.

Yang bikin bingung: setiap brand menafsirkan sendiri. Slim di satu label bisa selonggar straight di label lain. Jadi nama di judul produk itu petunjuk kasar, bukan ukuran.

Cara memilih tanpa mencoba

Ambil celana yang paling pas di lemari kamu sekarang. Bentangkan di lantai, lalu ukur tiga hal: lingkar pinggang, lingkar pinggul, dan lebar paha. Cocokkan angka itu dengan tabel ukuran di halaman produk.

Kalau angkamu jatuh di antara dua ukuran, ambil yang lebih besar. Pinggang yang kelonggaran masih bisa dibantu ikat pinggang atau tukang permak. Paha yang kesempitan tidak bisa diapa-apakan.

Kalau masih ragu

Slim dengan panjang ankle. Cukup rapi untuk kantor, tidak terlalu ketat untuk dipakai seharian, dan potongannya tidak cepat terlihat ketinggalan zaman.

Yang saya hindari untuk pembelian pertama secara online: skinny. Bukan karena modelnya jelek, tapi karena hasilnya paling ditentukan lingkar paha, dan itu satu-satunya angka yang jarang dicantumkan brand mana pun.

Celana slim straight pria warna hitam, potongan chino cotton twill
Arti regular fit pada celana pria: potongan khaki lurus dari paha ke bawah
Beda straight dan barrel: celana jeans pria potongan barrel warna hitam