Rapat Senin pagi baru dimulai, dan kamu kebagian tugas mencatat di papan tulis. Poin pertama kamu tulis di bagian paling atas, dengan tangan terangkat tinggi. Begitu berbalik menghadap meja rapat, ujung kemeja di sisi kanan sudah keluar dari celana. Kamu menyelipkannya kembali sambil pura-pura membaca catatan.
Padahal waktu dicoba di toko, kemeja itu terasa pas di dada dan di bahu. Yang bermasalah adalah letak lubang lengannya, bagian yang hampir tidak pernah diperiksa orang saat memilih kemeja.
Apa Itu Armhole dan Kenapa Letaknya Penting
Armhole adalah sebutan untuk lubang lengan. Di kemeja, kamu bisa menemukannya dengan meraba jahitan yang melingkari ketiak, tempat potongan lengan dijahit ke badan kemeja. Letaknya bisa tinggi, bisa juga rendah.
Banyak orang mengira armhole tinggi bikin gerak terbatas karena terasa lebih mepet ke ketiak. Kenyataannya terbalik. Karena sambungannya dekat dengan pangkal lenganmu sendiri, lengan kemeja bisa terangkat tanpa menyeret badan kemeja.
Armhole rendah posisinya jauh di bawah ketiak. Sambungan yang terlalu turun ini membuat lengan dan badan kemeja seolah menyatu, sehingga setiap kali lengan diangkat, sisi badan kemeja ikut terseret ke atas.
Potongan seperti ini sering dipakai pada kemeja santai karena memberi kesan lega, dan untuk nongkrong akhir pekan rasanya memang enak. Untuk kemeja kerja, armhole yang lebih tinggi biasanya lebih menolong. Di kantor, ujung kemeja diharapkan tetap di dalam celana dari pagi sampai sore, termasuk setiap kali kamu meraih map atau menunjuk layar.
Satu catatan lagi: kemeja yang badannya ramping belum tentu armhole-nya tinggi. Lebar badan dan letak armhole ditentukan oleh bagian pola yang berbeda, jadi kesan pertama saat melihatnya di gantungan tidak bisa dijadikan patokan.
Cara Melakukan Tes Angkat Tangan di Depan Cermin
Kenakan kemejanya dengan cara yang sama seperti saat berangkat kerja. Masukkan ujungnya ke celana kalau memang begitu kebiasaanmu, dan pasang kancingnya sampai batas yang biasa. Tes ini bisa dilakukan di kamar pas toko, bisa juga di depan cermin rumah begitu paket datang.
Berdiri santai dulu dan perhatikan di mana ujung kemeja berada. Setelah itu, angkat satu tangan sampai setinggi bahu atau sedikit di atasnya, kira-kira seperti menulis di papan tulis atau meraih pegangan di bus. Tahan beberapa detik, lalu ganti tangan.
Sudah, itu saja. Tidak perlu gerakan senam lainnya, karena gerakan inilah yang paling sering membongkar kelemahan kemeja kerja di luar kamar pas.
Tes ini paling berguna untuk kemeja yang bakal kamu pakai berjam-jam di kantor, misalnya Basic Oxford White Shirt.
Membaca Hasil Tes: Badan Kemeja Ikut Naik atau Tidak
Selama tangan terangkat, pandanganmu cukup tertuju ke ujung bawah kemeja.
Hasil yang bagus justru kelihatan membosankan. Ujung kemeja hampir tidak bergeser, atau terangkat sedikit lalu kembali ke posisinya saat lengan turun. Artinya lenganmu punya ruang sendiri, dan kemeja seperti ini layak dibawa ke kasir.
Lain cerita kalau ujung kemeja ikut terangkat jauh sampai keluar dari celana, sementara ada tarikan yang terasa di ketiak. Itu tanda armhole-nya terlalu rendah untuk kebutuhanmu sehari-hari. Begitu tangan turun, biasanya terlihat kain berlebih menggantung di bawah ketiak. Kemejanya tidak otomatis buruk, hanya saja kamu akan berkali-kali merapikannya sampai jam pulang.
Kalau ujung kemeja lepas tapi ketiak sama sekali tidak terasa tertarik, periksa panjangnya. Kemeja yang badannya terlalu pendek gampang keluar dari celana, sebagus apa pun armhole-nya.
Armhole juga bisa kebablasan tinggi sampai jahitannya mengganjal ketiak, bahkan saat tanganmu diam. Posisi yang pas terasa dekat tanpa menekan, dan tangan masih leluasa dijulurkan ke depan tanpa punggung terasa tertarik.
Kalau masih ragu, coba satu kemeja lain dengan gerakan yang sama. Perbedaan kecil jauh lebih gampang terlihat kalau ada pembandingnya.
Armhole yang Terlalu Rendah Sulit Dibetulkan Penjahit
Godaan berikutnya biasanya begini: beli saja, nanti dibetulkan di penjahit. Untuk urusan armhole, rencana ini jarang berhasil. Menaikkan armhole butuh kain tambahan di bawah ketiak, padahal kain di situ sudah terpotong. Membongkar sambungan lengan dan badan juga pekerjaan besar yang ongkosnya sering melewati harga kemejanya sendiri.
Jauh lebih masuk akal mencoba ukuran atau potongan lain selagi masih di kamar pas.
Kalau Belanja Lewat Ponsel, Baca Armhole dari Fotonya
Tes angkat tangan jelas tidak bisa dilakukan lewat layar. Fotonya yang harus kamu baca.
Mulai dari jahitan bahu. Jahitan yang berhenti tepat di ujung tulang bahu biasanya menandakan armhole yang dekat ke badan. Kalau jahitannya turun ke lengan atas, armhole-nya cenderung ikut turun.
Pada foto model, arahkan mata ke bawah ketiak. Lipatan atau gelembung kain di situ adalah ciri armhole rendah. Foto dari samping dan belakang, apalagi yang lengannya sedikit menjauh dari badan, paling jujur soal ini. Halaman Black Superfine Shirt, misalnya, memuat foto model dari depan, samping, dan belakang, jadi jatuhnya kain bisa kamu nilai dari beberapa sudut.
Kadang kemejanya difoto tanpa model, seperti kemeja garis lini Camden yang diperlihatkan utuh dari depan dan belakang. Di foto seperti itu, lihat di mana lengan mulai menyambung ke badan dan seberapa lebar pangkal lengannya. Sambungan yang turun jauh dengan pangkal lengan yang lebar berarti armhole rendah.
Tabel ukuran Camden juga mencantumkan lebar bahu, dan angka ini berguna. Bentangkan kemeja yang paling enak kamu pakai bergerak, lalu ukur jarak jahitan bahu kiri ke kanan. Kalau angka di tabel jauh lebih besar dari hasil ukurmu, jahitan bahunya akan jatuh di lengan atasmu, dan armhole-nya biasanya ikut turun.
Simpan hasil ukurnya di catatan ponsel. Lain kali ada kemeja baru yang menarik, kamu tinggal mencocokkan angkanya sebelum membayar.