Pesan itu masuk Selasa malam. "Jumat makan malam ya, yang bisa datang kabarin." Titik. Tidak ada nama tempat, tidak ada jam pasti, apalagi keterangan soal pakaian. Sebelas orang membalas "siap", dan Kamu salah satunya.
Baru setelah membalas, pertanyaan yang sebenarnya muncul: pakai apa?
Di situlah smart casual biasanya mulai menyebalkan. Istilah ini muncul di undangan, di pesan grup, di obrolan kantor, tapi tidak pernah benar-benar dijelaskan. Kabar baiknya, dia tidak sesulit kedengarannya. Kamu hanya perlu membaca acaranya dulu, lalu memutuskan satu hal kecil.
Smart Casual Bukan Daftar Pakaian
Kesalahan paling awal adalah menganggap smart casual itu satu kombinasi baku. Kemeja, celana bahan, sepatu rapi, selesai. Kalau benar sesederhana itu, tidak akan ada orang yang salah kostum.
Smart casual lebih mirip rentang. Di ujung kiri ada pakaian yang hampir formal, di ujung kanan ada pakaian yang hampir santai sepenuhnya. Tugasmu bukan menghafal daftarnya, tapi memilih titik di rentang itu yang paling cocok dengan acaranya. Acara yang berbeda meminta titik yang berbeda. Karena itu dua orang bisa sama-sama mengaku berpakaian smart casual dengan hasil yang jauh berbeda, dan keduanya benar.
Baca Acaranya dari Petunjuk Kecil
Acara yang tidak mencantumkan aturan berpakaian sebenarnya tetap memberi tahu, hanya lewat petunjuk lain. Bahkan cara undangannya sampai bisa jadi petunjuk awal: ajakan resmi yang dikirim jauh-jauh hari biasanya lebih serius dari ajakan dadakan di grup.
Lalu ada tiga petunjuk utama. Pertama, lokasi. Restoran yang perlu reservasi, apalagi yang parkirnya pakai valet, meminta pakaian yang lebih rapi dibanding kafe atau makan di halaman belakang rumah teman. Kedua, jam. Makan siang hampir selalu lebih longgar dari makan malam. Acara yang sama bisa naik satu tingkat hanya karena digeser ke pukul tujuh malam. Ketiga, siapa yang datang. Kalau ada orang tua, atasan, atau klien, geser sedikit ke arah rapi. Kalau murni teman seangkatan, Kamu boleh lebih bebas.
Tiga petunjuk itu biasanya cukup. Kalau dua dari tiga mengarah ke rapi, anggap acaranya rapi. Kalau cuma satu, santai pun masih aman asal ada satu bagian yang dijaga.
Satu Bagian Tegas Sudah Cukup
Ini inti dari smart casual: dari semua yang Kamu pakai, cukup satu bagian yang memegang kesan rapi. Bisa kerah yang berdiri, garis celana yang bersih, atau sepatu yang terawat. Sisanya boleh mengendur, dan justru di situlah keseimbangannya.
Alasannya sederhana. Orang tidak menilai pakaianmu potong per potong. Mereka menangkap kesan keseluruhan, dan kesan itu biasanya ditentukan oleh satu titik yang paling tertata. Kalau semua bagian tegas, hasilnya bukan smart casual lagi. Kamu terlihat seperti mau wawancara kerja. Sebaliknya, kalau tidak ada satu pun bagian yang tegas, Kamu terlihat seperti salah masuk ruangan. Satu penegas inilah yang membuat pakaian santai tetap terbaca sebagai pilihan, bukan ketidaksengajaan.
Kemeja Oxford, Penegas Paling Mudah
Kalau Kamu hanya mau punya satu penegas yang bisa dipakai di hampir semua acara, kemeja oxford jawabannya. Kain katunnya bertekstur sehingga tidak terlihat seperti kemeja seragam, dan kerahnya cukup kokoh untuk tetap rapi sepanjang malam.
Kemeja oxford juga tetap bekerja walau dipakai santai. Kancing atas dibuka, lengan digulung dua kali, ujungnya dibiarkan keluar, kerahnya masih memegang kesan rapi. Kemeja seperti Basic Oxford Navy Shirt aman untuk makan malam karena warna gelapnya terasa pas di bawah lampu restoran. Untuk acara siang, warna yang lebih terang tinggal dipilih dari lini yang sama.
Celana yang Menjaga Garis Kaki
Ada kalanya atasanmu justru bagian yang santai, misalnya kaos polos karena acaranya di siang bolong. Di sinilah celana mengambil alih tugas penegas.
Yang dibutuhkan dari celana penegas cuma dua: garis kaki yang lurus dan ujung yang jatuh pas di pergelangan, tidak menumpuk di atas sepatu. Celana model ankle, yang memang dipotong sampai pergelangan kaki, memudahkan keduanya. Celana seperti Charcoal Grey Ankle Prime contoh yang gampang: garis kakinya bersih, dan warna abu gelapnya masih masuk untuk acara siang maupun malam. Kalau mau mulai dari satu celana yang mudah dipadukan dengan apa pun, lihat pilihan Ankle Prime dan ambil warna yang paling sering Kamu pakai.
Satu catatan untuk kaos pendampingnya. Kaosnya tetap harus layak: polos, pas di badan, leher tidak melar. Santai tidak sama dengan asal. Celana yang sudah rapi akan sia-sia kalau atasannya terlihat seperti baru dipakai tidur.
Dua Kesalahan yang Paling Sering Terjadi
Kesalahan pertama: rapi dari ujung rambut sampai ujung sepatu. Kemeja dimasukkan rapat, ikat pinggang mengilap, sepatu pantofel dipoles. Datang ke makan malam santai dengan tampilan begini, Kamu justru terlihat tidak membaca acaranya.
Kesalahan kedua kebalikannya: santai total karena tidak ada yang menulis aturan berpakaian. Kaos kusut dan sandal jepit. Tidak ada satu bagian pun yang dijaga, dan itu terlihat.
Keduanya lahir dari sebab yang sama, berpakaian tanpa membaca petunjuk. Perbaikannya juga sama: sesuaikan satu tingkat. Terlalu rapi, kendurkan satu bagian. Terlalu santai, tegaskan satu bagian.
Cek Terakhir Sebelum Keluar Rumah
Sebelum berangkat, berdiri di depan cermin dan tunjuk satu bagian yang jadi penegasmu malam itu. Kalau Kamu bisa menunjuknya dalam dua detik, berangkat. Kalau tidak, tukar satu item, bukan seluruh pakaian.
Dan kalau Kamu masih ragu di antara dua pilihan, ambil yang sedikit lebih rapi. Lengan bisa digulung di jalan, kancing bisa dibuka di mobil, tapi kerah yang tidak ada tidak bisa dipinjam dari siapa pun.
Jumat nanti, sebelum pesan "jadi berangkat?" masuk ke grup, Kamu sudah tahu jawabannya. Ia cuma soal memutuskan sisi mana yang bekerja malam ini.
