Foto bersama dari acara kantor akhirnya masuk ke grup WhatsApp. Seperti semua orang, kamu langsung memperbesarnya untuk mencari diri sendiri. Kamu kebagian duduk di barisan depan. Senyummu lumayan. Yang mengganggu justru celanamu: lipatan di bagian depannya terbuka lebar, seperti kipas yang baru setengah dikembangkan.
Padahal tadi pagi, di depan cermin, lipatan itu rapi dan lurus. Pikiran berikutnya mudah ditebak. Jangan-jangan celananya kekecilan.
Belum tentu. Lipatan yang membuka saat kamu duduk justru tanda celana itu sedang menjalankan tugasnya. Yang menentukan normal atau tidak adalah keadaan lipatan itu sebelum kamu duduk, dan sesudah kamu berdiri lagi.
Pleats Adalah Ruang Cadangan untuk Paha dan Pinggul
Pleats adalah lipatan kain di bagian depan celana, yang ujung atasnya dijahit di ban pinggang. Celana dengan lipatan seperti ini biasa disebut celana pleated. Lipatan itu menyimpan kain cadangan untuk paha dan pinggul, dan baru dipakai saat dibutuhkan.
Selama kamu berdiri, kain itu diam terlipat dan celana jatuh lurus ke bawah. Begitu kamu duduk, paha dan pinggul menekan kursi lalu melebar, jadi butuh kain lebih banyak. Di situlah lipatan membuka dan menyerahkan simpanannya. Itu sebabnya lipatan yang terbuka di foto tadi belum tentu masalah.
Lipatan di depan celana Neu Pleated berkaki lebar, misalnya, memang disiapkan sebagai ruang gerak untuk paha, lebih dari sekadar hiasan. Pleats sendiri berasal dari celana setelan jas, jadi celana pleated tetap pantas dipakai ke kantor atau acara semiformal.
Jumlah lipatan juga ikut menentukan tampilan. Satu lipatan di tiap sisi (single pleat) membuat bagian depan lebih datar. Dua lipatan (double pleat) memberi simpanan kain lebih banyak, jadi paha lebih leluasa, dan tampilannya terasa lebih klasik. Apa pun jenisnya, patokannya sama: saat kamu berdiri, lipatan harus rapat.
Tanda Pleats Terbuka Karena Celananya Kekecilan
Ada lipatan yang membuka karena diajak bergerak. Ada juga yang membuka karena kain di sekitarnya sudah kehabisan tempat. Untuk membedakan keduanya, kamu cuma butuh cermin dan sebuah kursi.
Yang normal kira-kira begini. Berdiri diam, lipatan rapat. Duduk, lipatan membuka. Berdiri lagi, lipatan kembali rapat. Artinya kain simpanannya cukup untuk menampung badanmu, dan masih ada sisa saat kamu bergerak.
Lain halnya kalau lipatan sudah merenggang padahal kamu hanya berdiri diam, dan kain di sekelilingnya tampak tegang. Kain simpanan itu sudah terpakai untuk badanmu sejak awal. Begitu kamu duduk, tidak ada lagi yang bisa diberikan.
Biasanya ada dua tanda lain yang ikut muncul. Pertama, garis-garis tarikan melintang dari selangkangan menuju saku. Kedua, bukaan saku depan ikut melebar setiap kali lipatannya terbuka. Kalau keduanya terlihat, yang bermasalah adalah ukuran celananya. Lipatannya sendiri baik-baik saja.
Kalau dibiarkan, lipatan yang setiap hari dipaksa membuka lebar akan kehilangan bentuknya. Suatu saat kamu akan melihatnya tetap renggang, bahkan saat celana itu tergantung di lemari.
Buat kamu yang bertubuh besar, celana pleated sering dikira bakal menambah volume. Kenyataannya, kain simpanan itu justru membuat bagian paha tidak tegang. Kuncinya ada di bahan yang jatuh dan lipatan yang tetap rapat saat kamu berdiri. Dua hal itu yang menjaga celananya tidak terlihat menggembung.
Tes Duduk Sebentar di Kamar Pas Sebelum Membeli
Di kamar pas, kebanyakan orang hanya berdiri dan memutar badan di depan cermin. Untuk celana pleated, tambahkan satu gerakan lagi. Duduklah sebentar, kira-kira selama kamu membalas beberapa pesan di ponsel. Lalu berdiri dan jalan dua langkah.
Sekarang lihat lipatannya. Kalau sehat, lipatan itu akan menutup lagi nyaris tanpa bantuan, dan tanganmu tidak perlu turun merapikan apa-apa. Sebaliknya, kalau lipatannya masih terbuka setelah kamu berdiri, atau baru mau rapat setelah kainnya kamu tarik, celana itu akan setengah mekar dari kamu berangkat sampai pulang.
Tes ini lebih gampang kalau celananya berwarna terang. Di kain cerah, lipatan meninggalkan bayangan yang jelas, sehingga celah kecil pun langsung kelihatan. Coba versi krem dari Neu Pleated Wide Pant di bawah lampu kamar pas, dan kamu akan lebih cepat tahu apakah lipatannya sudah kembali rapat atau masih terbuka.
Cara Merapikan Pleats Setelah Duduk Lama
Setelah duduk lama, misalnya di perjalanan atau di ruang rapat, lipatan yang sehat pun kadang perlu dibantu sedikit. Berdiri, lalu goyangkan kaki beberapa kali. Biasanya itu sudah cukup untuk membuat kain turun dan lipatan kembali ke jalurnya.
Kalau lipatannya sudah berubah bentuk, gantung celana semalaman. Keesokan harinya, setrika pelan searah garis lipatan dengan selembar kain pelapis di antara setrika dan celana. Kain pelapis itu menjaga permukaan celana dari panas langsung.
Kalau Tidak Suka Lipatan Bergerak, Pilih Celana Lebar Tanpa Pleats
Ada juga yang sudah paham semua ini, tapi tetap terganggu setiap kali melihat bagian depan celananya bergerak. Wajar, soal tampilan memang urusan selera. Untuk kamu yang begitu, pilihannya adalah celana berkaki lebar tanpa lipatan, yang kelonggarannya sudah dibentuk dari potongan kainnya.
Contohnya Smart Wide Loose Pants warna hitam. Lebar di paha dan betisnya sudah ditentukan sejak polanya dibuat, jadi saat kamu duduk tidak ada lipatan yang harus mengalah. Bagian depannya tetap datar, sementara ruang untuk bergerak kurang lebih setara.
Jadi tinggal soal mana yang lebih enak di matamu. Kalau kamu suka garis lipatan dan tidak keberatan melihatnya bergerak, celana pleated yang lolos tes duduk tadi layak dibawa pulang. Kalau kamu ingin bagian depan yang tetap tenang dari pagi sampai malam, celana tanpa lipatan akan terasa lebih cocok.