Peti kayu ketiga dari pintu. Jarimu akhirnya berhenti di sampul yang sudah kamu cari berbulan-bulan, tepat ketika tali tas kain melorot lagi dari bahu. Tangan kiri menahan piringan, tangan kanan menaikkan tali. Di balik jaket denim, punggungmu mulai basah.
Berburu piringan hitam ternyata lebih banyak urusan punggung ketimbang telinga. Kamu berdiri lama dengan badan condong ke peti, sementara dua tangan tidak berhenti membalik sampul. Jadi baju yang enak dipakai ke toko piringan hitam adalah baju yang cukup diatur sekali di depan pintu, lalu tidak minta diurus lagi sampai kasir.
Kemeja Lengan Panjang yang Digulung Sejak Awal
Suhu toko piringan hitam jarang bisa ditebak. Ada yang menempati ruko sempit dengan satu kipas angin, ada yang berada di lantai bawah mal dengan AC yang dinginnya menggigit. Kemeja lengan panjang siap untuk keduanya: digulung saat gerah, diturunkan saat mulai dingin.
Menggulung sejak awal juga menjauhkan ujung lengan dari debu. Sampul bekas jarang benar-benar bersih, dan kain yang terus bergesekan dengan tepi peti cepat ikut kusam. Kalau kamu suka kemeja oxford putih, pakai saja. Gulung lengannya sampai sedikit di bawah siku sebelum menyentuh sampul pertama. Kalau tidak mau repot memikirkan noda, kemeja bergaris lebih pandai menyamarkan debu tipis.
Kosongkan juga bagian depan dadamu. Tali kartu pengenal kantor akan menjuntai ke peti setiap kali kamu membungkuk, dan ponsel di saku dada kemeja bisa meluncur jatuh ke sela-sela sampul.
Jaket Denim Dipakai di Jalan, Dilepas di Toko yang Gerah
Di perjalanan, jaket denim biru dongker enak dipakai untuk menahan angin di atas ojek atau gerimis sore. Begitu masuk toko yang pengap, ceritanya lain. Kain denim menyimpan panas badan, dan bagian depan jaket yang terbuka ikut menggantung ke arah peti setiap kali kamu condong.
Putuskan di depan pintu. Kalau tokonya sejuk, pakai terus dan kancingkan sebagian supaya bagian depannya tidak berayun. Kalau gerah, lepas jaketnya, lipat rata, lalu taruh di dasar tas kain. Jaket yang tadi bikin gerah sekarang jadi alas empuk untuk piringan yang nanti kamu beli.
Sebelum melipat, pindahkan dulu dompet dari sakunya. Kalau lupa, di toko kedua kamu harus mengeluarkan semua belanjaan dari toko pertama hanya untuk membayar.
Tas Kain yang Muat Sampul Tanpa Menekuk Sudutnya
Tas kain alias tote bag paling cocok untuk membawa pulang piringan, karena bentuknya sama-sama lebar dan pipih. Syaratnya, sampul harus bisa masuk lurus tanpa sudutnya tertekuk. Sudut yang sudah penyok tidak akan kembali lancip, jadi coba dulu di rumah dengan sampul piringan yang sudah kamu punya.
Lalu perhatikan talinya. Tali yang pendek akan terus melorot setiap kali kamu membungkuk, persis seperti di peti ketiga tadi. Tali yang cukup panjang bisa diselempangkan. Kalau talinya terlanjur pendek, taruh saja tasnya di lantai, di antara kedua kakimu. Tanganmu bebas lagi untuk peti keempat.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Perlu berpenampilan seperti anak band supaya tidak canggung di toko piringan hitam?
Tidak perlu. Pengunjungnya beragam, dari mahasiswa sampai bapak-bapak yang mencari album masa mudanya. Yang lebih diperhatikan justru cara kamu memegang piringan: pada tepinya, jangan sampai jari menyentuh permukaan yang beralur.
Boleh membawa ransel ke toko piringan hitam?
Boleh, tapi lorong toko piringan hitam sering sempit. Ransel di punggung mudah menyenggol orang atau tumpukan piringan saat kamu berbalik, jadi pindahkan ke depan badan selama di dalam toko.
Boleh menyimpan kaset pilihan di saku sambil terus memilih?
Sebaiknya jangan. Dari balik meja kasir, gerakan itu terlihat persis seperti orang mencuri. Pegang saja di tangan, atau tanyakan apakah pilihanmu boleh ditaruh dulu di kasir.
Kalau jaket denim basah kena hujan, masih boleh dilipat di dasar tas?
Jangan. Karton sampul cepat menyerap lembap dan bisa bergelombang. Bungkus dulu jaket yang basah dengan kantong plastik sebelum masuk tas.
Jaket denim boleh dipakai bersama celana jeans?
Boleh, asal warnanya cukup berbeda, misalnya jaket biru dongker dengan jeans biru yang lebih muda, atau jaket hitam dengan jeans biru. Kalau ragu, celana katun warna krem atau cokelat hampir selalu aman di bawah jaket denim.
Bagaimana membawa piringan hitam pulang naik motor?
Kalau dibonceng, pangku tasnya dengan sampul berdiri tegak. Hindari cantolan depan motor, karena sudut sampul mudah tertekan lutut. Kalau mampir dulu di jalan, jangan tinggalkan tas di jok yang terjemur matahari, karena panasnya bisa membuat piringan melengkung.