Foto bersama dari kondangan sepupu masuk ke grup keluarga. Kamu memperbesar gambarnya dan menemukan dirimu berdiri di ujung barisan. Kemejanya bagus, celananya juga. Masalahnya, ujung kemeja menggantung sampai menutupi pinggul, dan kakimu tampak lebih pendek daripada yang kamu ingat.
Padahal pagi itu kemeja tadi sudah sempat dimasukkan. Kamu menariknya keluar lagi di menit terakhir karena takut kelihatan terlalu kaku.
Ragu seperti itu wajar, tapi jawabannya sebenarnya tidak perlu ditebak. Hampir setiap kemeja sudah membawa petunjuk cara memakainya. Letaknya di bagian yang jarang kamu perhatikan sebelum berangkat: ujung bawahnya.
Bentuk Ujung Kemeja Memberi Jawaban Pertama
Bentangkan kemejamu di kasur dan lihat bentuk garis bawahnya. Kalau kemejanya pendek dan garisnya lurus, nyaris tanpa lengkungan, kemeja itu memang dibuat untuk dipakai di luar. Dipaksa masuk pun, kemeja seperti ini tidak akan betah. Sekali kamu membungkuk mengambil kunci motor yang jatuh, kainnya sudah mencuat dari celana.
Lain halnya dengan kemeja yang sisi-sisinya melengkung naik, sementara bagian depan dan belakangnya turun lebih panjang seperti ekor. Potongan itu ada gunanya: bagian yang panjang tetap terselip di celana walaupun kamu duduk dan berdiri berkali-kali. Kalau dibiarkan keluar, ekornya menjuntai di depan dan di belakang, dan kemejanya jadi mirip pinjaman dari orang yang lebih tinggi.
Contohnya kemeja hitam superfine ini: kerahnya klasik dan ujungnya melengkung di kedua sisi, jadi paling rapi kalau dimasukkan. Kainnya juga tidak gampang kusut, sehingga bagian yang terselip tidak cepat lecek meski kamu duduk seharian.
Di antara dua bentuk itu ada kemeja yang ujungnya sedikit melengkung tapi tidak terlalu panjang. Yang seperti ini bisa dipakai masuk ataupun keluar, dan penentu pertamanya ada di pinggang celanamu.
Kalau Ujung Kemeja Tanggung, Lihat Pinggang Celanamu
Memasukkan kemeja sama saja dengan memberi panggung untuk pinggang celana. Jadi tanyakan dulu: ada yang pantas dilihat di sana?
Kalau ban pinggangnya rapi dan ikat pinggangnya memang kamu pilih dengan sengaja, masukkan kemejanya dan biarkan bagian itu tampil. Kalau warna ikat pinggangnya senada dengan sepatu, lebih bagus lagi. Kalau pinggangnya berupa karet yang berkerut atau tali serut yang diikat seadanya, kemeja yang dibiarkan keluar akan menutupinya dengan lebih sopan.
Ada satu tes lagi yang bisa kamu lakukan di kursi. Coba duduk beberapa menit, lalu berdiri. Kalau kain kemeja menggelembung di atas ban pinggang setiap kali kamu bangun, bisa jadi ukurannya kebesaran atau kainnya terlalu tebal untuk diselipkan. Kemeja seperti itu lebih nyaman dipakai di luar.
Kemeja yang Dibiarkan Keluar Bisa Membuat Kaki Tampak Pendek
Kemeja yang tidak dimasukkan menarik garis melintang di badanmu, persis di tempat ujungnya berakhir. Makin rendah garis itu, makin pendek kakimu kelihatan. Itu yang terjadi di foto kondangan tadi.
Sebagai pegangan, ujung kemeja yang di luar sebaiknya berhenti kira-kira di tengah ritsleting celana. Lebih rendah dari itu, badanmu mulai terlihat lebih panjang daripada kakimu.
Buat kamu yang tingginya sedang-sedang saja, ada dua jalan. Cari kemeja berujung pendek kalau memang senang memakainya di luar, atau masukkan kemejanya supaya garis pinggang terlihat. Garis itu membuat kaki terkesan lebih panjang.
Kemeja oversized, alias kemeja yang sengaja dibuat longgar, butuh perlakuan sedikit berbeda. Kemeja oversized warna krem ini berpotongan kotak dan jahitan bahunya turun ke lengan atas, jadi kainnya memang banyak. Dimasukkan penuh, kain sebanyak itu menumpuk di pinggang, apalagi saat kamu duduk. Biarkan saja di luar, lalu pastikan di cermin ujungnya tidak turun melewati tengah ritsleting tadi.
Mau tetap terlihat sedikit lebih rapi? Selipkan bagian tengah depannya saja dan biarkan sisi serta belakangnya tetap terurai. Untuk acara santai, cara ini oke selama kelihatan memang kamu niatkan, bukan kemeja yang tersangkut separuh. Lihat juga bagian belakangnya di cermin. Kalau ujung belakang sampai menutupi bokong sepenuhnya, cara ini tidak lagi menolong, jadi pilih masuk seluruhnya atau keluar seluruhnya. Untuk acara resmi, tinggalkan cara setengah-setengah ini.
Kemeja Koko dan Flanel Hampir Selalu Dipakai di Luar
Aturan ujung tadi punya pengecualian. Kemeja koko sudah lama dipakai di luar celana, apa pun bentuk ujungnya, baik untuk ibadah maupun acara keluarga. Koko yang dimasukkan ke celana malah terlihat seperti salah kostum. Kemeja koko hitam ini, dengan kerah Shanghai (kerah tegak pendek yang melingkari leher) dan lipit tegak di bagian depannya, paling pas dibiarkan jatuh di atas celana.
Kemeja flanel juga lebih sering dipakai di luar. Banyak orang mengenakannya dengan kancing terbuka di atas kaos, seperti jaket tipis. Kalaupun dikancingkan, flanel tetap terlihat lebih wajar tanpa diselipkan.
Untuk kemeja lengan pendek, kembali saja ke tes ujung. Sebagian besar ujungnya pendek dan rata, jadi tempatnya di luar. Kalau ternyata ujungnya panjang melengkung dan acaranya cukup resmi, baru masukkan.
Di Kantor, Suasana Kerja Ikut Menentukan
Kantor yang suasananya santai biasanya tidak mempermasalahkan kemeja di luar, apalagi kalau ujungnya rata dan kemejanya habis disetrika. Ada pertemuan penting di kalender hari itu? Masukkan kemejanya. Itu pilihan yang paling jarang salah.
Lain kali, saat tanganmu ragu di menit terakhir, intip dulu ujung kemejanya sebelum menariknya keluar. Siapa tahu di foto kondangan berikutnya, kakimu tampil sepanjang aslinya.