KASUAL Stories

Kemeja Dimasukkan atau Dibiarkan Keluar? Lihat Ujungnya Dulu

Diterbitkan

Kemeja Dimasukkan atau Dibiarkan Keluar? Lihat Ujungnya Dulu

Kemeja sudah dikancingkan, celana sudah naik, sepatu sudah terikat. Tapi di depan cermin, tanganmu belum selesai. Ujung kemeja masuk ke dalam celana. Keluar lagi. Masuk lagi. Lima menit berlalu dan Kamu masih berdiri di tempat yang sama.

Keputusan itu sebenarnya tidak serumit rasanya. Kamu tidak perlu menghafal aturan acara apa pun, karena kemeja yang Kamu pegang biasanya sudah membawa jawabannya sendiri.

Ujung Kemeja Biasanya Sudah Menjawab Pertanyaannya

Balik kemejamu dan perhatikan bentuk ujungnya. Kalau ujungnya pendek dan rata dari sisi kiri ke kanan, kemeja itu memang dirancang untuk dipakai keluar. Memaksakannya masuk hanya akan membuat kainnya lolos setiap kali Kamu membungkuk atau mengangkat tangan.

Sebaliknya, kalau ujungnya panjang dan melengkung, dengan bagian depan dan belakang yang menjuntai seperti ekor, itu tanda kemeja minta dimasukkan. Ekor tersebut ada supaya kain tetap tertahan di dalam celana saat Kamu bergerak. Dibiarkan keluar, juntaiannya malah terlihat seperti baju tidur yang diajak kondangan.

Kemeja klasik berpotongan rapi, semacam kemeja hitam superfine ini, umumnya punya ujung panjang melengkung dan paling rapi saat dimasukkan. Sedangkan kemeja dengan ujung sedikit melengkung tapi tidak terlalu panjang bisa dua-duanya, dan di sinilah faktor kedua ikut menentukan.

Lihat Apa yang Terjadi di Pinggang Celanamu

Begitu kemeja dimasukkan, daerah pinggangmu otomatis jadi pusat perhatian. Ban pinggang, ikat pinggang, kancing celana, semuanya terekspos tanpa penutup.

Jadi tanyakan pada diri sendiri: ada yang layak diperlihatkan di sana atau tidak? Kalau Kamu pakai celana dengan ban pinggang rapi dan ikat pinggang yang memang dipilih dengan sengaja, masukkan kemejanya dan biarkan bagian itu terlihat. Kalau pinggang celananya biasa saja, pakai karet, atau tali serutnya diikat seadanya, kemeja keluar menutupinya dengan lebih sopan.

Perhatikan juga apa yang terjadi setelah Kamu duduk. Kalau kain kemeja menggelembung di atas ban pinggang setiap bangun dari kursi, kemungkinan ukurannya kebesaran atau kainnya terlalu tebal untuk dimasukkan. Kemeja seperti itu lebih bahagia dibiarkan keluar.

Kemeja Keluar Memotong Badan Jadi Dua Bagian

Satu hal yang sering luput: kemeja yang dibiarkan keluar memotong badanmu jadi dua, tepat di titik ujungnya berhenti. Kalau titik itu terlalu rendah, kakimu terlihat lebih pendek dari aslinya.

Patokan gampangnya, kemeja keluar paling aman berhenti di sekitar tengah ritsleting celana. Lebih dari itu, proporsimu mulai tertelan.

Kemeja berpotongan lebar dengan ujung rata, seperti kemeja oversized warna krem ini, memang dibuat untuk dipakai keluar. Jatuhnya santai dan tidak ada ekor yang mengganggu. Tinggal pastikan panjangnya tidak melewati batas aman tadi.

Kalau badanmu tidak terlalu tinggi dan tetap ingin pakai kemeja keluar, pilih yang ujungnya pendek. Atau masukkan saja, karena garis pinggang yang terlihat selalu membuat kaki tampak lebih panjang.

Jadi besok pagi, sebelum tanganmu mulai bolak-balik lagi di depan cermin, balik kemejanya dulu. Ujungnya sudah tahu jawabannya sejak awal.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Kemeja koko sebaiknya dimasukkan atau dibiarkan keluar?

Dibiarkan keluar. Kemeja koko seperti kemeja koko hitam ini punya ujung rata dan potongan yang memang dirancang jatuh di luar celana, terutama untuk acara keluarga atau ibadah. Memasukkannya justru terlihat janggal.

Kemeja oversized boleh dimasukkan ke celana?

Boleh, tapi kainnya yang banyak akan mengumpul di pinggang dan gampang menggelembung saat Kamu duduk. Kalau tetap mau, masukkan bagian depan saja dan biarkan sisanya jatuh, hasilnya jauh lebih rapi.

Memasukkan kemeja hanya bagian depan masih pantas atau terlihat asal?

Masih pantas untuk suasana santai, asal terlihat disengaja. Masukkan rapi di bagian tengah depan, bukan sekadar terselip. Tapi ada batasnya: kalau ujung belakang kemeja sudah menutupi seluruh bokong, lebih baik masuk semua atau keluar semua, jangan setengah-setengah. Untuk acara resmi, pilih masuk penuh atau keluar sekalian.

Kemeja lengan pendek perlu dimasukkan atau tidak?

Lihat ujungnya seperti biasa. Kebanyakan kemeja lengan pendek berujung rata dan pendek, jadi lebih pas dibiarkan keluar. Masukkan hanya kalau ujungnya panjang melengkung dan acaranya memang menuntut kerapian penuh.

Kemeja yang dibiarkan keluar masih pantas dipakai ke kantor?

Tergantung suasana kantornya. Kantor yang santai masih menerima kemeja keluar selama ujungnya rata, tidak kepanjangan, dan bahannya tetap rapi. Kalau ada pertemuan penting, kemeja dimasukkan tetap pilihan paling aman.

Kemeja flanel lebih cocok dimasukkan atau dikeluarkan?

Hampir selalu dikeluarkan. Flanel berkarakter santai, ujungnya umumnya rata, dan sering dipakai sebagai luaran tipis di atas kaos. Memasukkannya jarang menambah apa-apa.