KASUAL Stories

Jam Tangan dan Manset Kemeja Perlu Berbagi Ruang

Diterbitkan

Jam Tangan dan Manset Kemeja Perlu Berbagi Ruang

Rapat sudah lewat empat puluh menit dan presentasi di layar belum juga selesai. Kamu cuma ingin tahu sekarang jam berapa, diam-diam saja. Pergelangan diputar sedikit. Yang terlihat hanya kain kemeja, karena jamnya tenggelam di dalam manset.

Akhirnya telunjuk tangan satunya mengait tepi manset dan menariknya ke arah siku. Gerakan itu ternyata tidak sekecil yang kamu kira. Pembicara di depan sempat melirik, dan seisi ruangan kini tahu kamu sedang menghitung waktu.

Yang salah di sini jarang jamnya, dan belum tentu kemejanya. Biasanya keduanya hanya belum diatur supaya kebagian tempat masing-masing di pergelangan yang sempit itu. Umumnya, urusan ini beres tanpa perlu belanja apa-apa.

Manset dan Jam Menempati Titik yang Sama di Pergelangan

Manset kemeja lengan panjang memang dibuat untuk berhenti di pangkal pergelangan. Di situ pula jam tanganmu biasa duduk. Dua benda berbagi beberapa senti yang sama, jadi wajar kalau sesekali mereka saling dorong.

Karena itu, pakai jam sebagai patokan. Manset boleh menutupi sebagian jam, asal tidak menelannya habis. Manset juga tidak perlu tertinggal jauh di atas jam sampai terlihat seperti lupa dikancing.

Kalau manset menutup seluruh jam dan kamu harus menyingkap kain setiap kali melihat waktu, penyebabnya biasanya satu dari dua. Lengan kemejanya kepanjangan, atau kancing di manset terlalu longgar sehingga mansetnya melorot ke punggung tangan.

Masalah sebaliknya juga sering muncul. Jam mendorong manset naik sampai kainnya menggembung, atau tepi manset tersangkut di badan jam setiap kali kamu melambai ke teman di seberang ruangan. Kalau begitu, mansetnya yang kehabisan ruang.

Geser Kancing di Manset Sebelum Menyalahkan Ukuran

Sebelum menyimpulkan jam atau kemejamu salah ukuran, periksa dulu kancing di manset. Banyak urusan selesai di sini.

Sebagian kemeja punya dua kancing berjajar di mansetnya. Biasanya kancing yang lebih ke luar memberi lingkar lebih longgar, cocok untuk jam yang agak tebal. Kancing yang lebih ke dalam membuat manset rapat ke pergelangan, jadi tidak gampang melorot menutupi jam. Coba keduanya sekali di depan cermin, setelah itu kamu akan hafal sendiri.

Kalau mansetmu hanya punya satu kancing, posisinya masih bisa digeser sedikit. Penjahit permak biasanya cuma butuh beberapa menit, dan kalau terbiasa memegang jarum, kamu bisa melakukannya sendiri di rumah.

Manset berkancing biasa, seperti pada kemeja oxford warna navy dari KASUAL, memang paling gampang diajak berkompromi. Tidak ada aksesori tambahan yang perlu dipasang. Buka kancingnya kalau lengan mau digulung, kancingkan lagi kalau mau kembali rapi.

Jam Pipih Boleh Masuk ke Manset, Jam Tebal Lebih Baik di Luar

Tebal tipisnya jam menentukan posisi mana yang paling masuk akal.

Jam pipih bisa menyelinap ke dalam manset tanpa membuat kain terangkat. Saat lengan bergerak, jamnya mengintip. Saat tangan diam di atas meja, manset menutupnya dengan sopan. Kalau jam hanya tertutup separuh, biarkan saja, karena itu justru posisi yang paling wajar.

Jam yang tebal, misalnya jam olahraga atau jam tangan pintar yang badannya besar, lebih baik dibiarkan di luar. Manset berhenti tepat di belakang badan jam, di sisi yang lebih dekat ke siku. Dua cara ini sama-sama sah selama terlihat disengaja. Yang terlihat seperti kecelakaan adalah jam tebal yang dipaksa masuk, sampai manset terganjal di atasnya dan tidak bisa turun.

Bahan kemeja ikut berperan. Kain yang halus dan licin di kulit, seperti pada kemeja superfine putih ini, membantu manset meluncur melewati jam pipih tanpa tersangkut. Lengan kemeja itu dipotong sedikit lebih ramping, jadi pasangan yang paling akur memang jam yang tipis.

Kemeja berpotongan slim umumnya punya lengan yang lebih sempit, sehingga hampir tidak ada kain cadangan untuk melewati badan jam yang tebal. Penjelasan soal slim dan potongan lainnya ada di Pusat Bantuan KASUAL.

Untuk kemeja kantor, patokannya sederhana. Selama manset masih bisa dikancing dan bergerak melewati jam tanpa menggembung, jam itu aman. Kalau manset tetap tidak bisa menutup atau terus tertarik ke atas walau kancingnya sudah dilonggarkan, jamnya terlalu tebal untuk kemeja tersebut. Pilihannya dua: jam yang lebih pipih, atau kemeja yang lengannya lebih longgar.

Pakai Jam di Tangan yang Tidak Dominan

Kebiasaan kecil berikutnya menyangkut pilihan pergelangan. Jam lebih awet dan lebih jarang tersangkut kalau dipakai di tangan yang tidak dominan.

Tangan dominan bekerja lebih keras. Tangan itulah yang paling banyak menulis dan mengetik, sekaligus paling sering bergesekan dengan tepi meja. Jam di tangan itu lebih sering beradu dengan manset dan lebih cepat tergores.

Untuk kebanyakan orang, artinya tangan kiri. Kalau kamu kidal, tangan kanan biasanya terasa lebih nyaman. Ini bukan aturan baku. Coba saja seminggu, nanti bedanya terasa sendiri.

Saat yang Wajar untuk Menggulung Lengan Kemeja

Ada kalanya jalan keluar terbaik justru menyingkirkan manset sebentar. Mencuci tangan sebelum makan atau menyantap soto yang kuahnya gampang memercik adalah alasan yang wajar untuk menggulung lengan, begitu juga pekerjaan yang membuat tangan sibuk bergerak. Dua atau tiga lipatan rapi yang berhenti sedikit di bawah siku sudah cukup, dan jammu bebas sepenuhnya.

Di suasana santai, lengan tergulung bisa dibiarkan seharian. Di ruang rapat yang formal, manset yang tetap turun biasanya terlihat lebih sopan.

Kemeja garis-garis seperti lini Camden Stripe tetap terlihat rapi saat lengannya digulung, dan potongannya yang lega membuat lipatan mudah naik tanpa menjepit lengan bawah. Jam yang tadinya bersembunyi akhirnya dapat panggung sendiri.

Rapat minggu depan, cukup putar pergelangan sedikit dan jam langsung kelihatan. Presentasi jalan terus. Tidak ada yang tahu kamu sedang menghitung menit menuju makan siang.