Foto bersama di teras vila di Puncak sudah masuk ke grup keluarga. Kamu memperbesarnya untuk mengecek wajahmu sendiri, lalu pandanganmu turun sedikit. Di kedua ujung bahu sweatermu ada benjolan kecil yang berdiri, seperti tanduk yang baru tumbuh.
Sweaternya tidak kekecilan, dan bahumu tidak tiba-tiba berubah bentuk. Benjolan itu bekas gantungan baju yang menahan sweater tersebut di lemari sejak liburan tahun lalu. Setelah berbulan-bulan bertumpu di dua titik kecil, bahunya akhirnya mengalah.
Kenapa Bahu Sweater Menonjol Setelah Lama Digantung
Sweater dibuat dari kain rajut. Prinsipnya sama dengan syal rajutan tangan yang dikerjakan dengan dua jarum, hanya saja sweater biasanya dirajut mesin. Benangnya saling mengait membentuk lengkungan-lengkungan kecil. Lengkungan itu bisa memanjang dan memendek, makanya sweater terasa lentur dan enak dipakai bergerak. Sifat yang sama membuatnya gampang berubah bentuk kalau terus ditarik ke satu arah.
Kain kemeja lain lagi. Benangnya ditenun, dianyam silang seperti tikar, sehingga kainnya tidak gampang melar.
Di gantungan, seluruh berat sweater cuma ditahan oleh dua ujungnya yang kecil, satu di kiri dan satu di kanan. Setiap hari benang di bahu tertarik turun sedikit demi sedikit, dan lama-lama bentuk ujung gantungan itu tertinggal di kain.
Kecepatannya tergantung berat sweater itu sendiri. Rajutan tipis mungkin baru berbekas setelah berminggu-minggu tergantung tanpa henti. Sweater tebal dengan motif rajutan timbul bisa berbekas dalam beberapa hari saja.
Jadi sweater yang baru semalam menginap di gantungan biasanya belum apa-apa. Kalau ada lekukan tipis, usap rata dengan tangan sebelum dipakai.
Tes Tarik untuk Memilah Baju yang Dilipat dan yang Digantung
Tidak semua baju perlu diperlakukan seperti sweater. Untuk memilahnya, pegang kain dengan dua tangan, lalu tarik pelan. Kain yang langsung memanjang adalah rajutan, dan tempatnya di tumpukan lipatan. Kain yang bertahan dan nyaris tidak bergerak adalah tenunan, dan dia aman di gantungan.
Kemeja kerja jelas masuk kelompok kedua. Kemeja oxford putih dan kembarannya yang biru dongker, misalnya, dibuat dari katun yang ditenun dengan anyaman oxford. Gantungan tidak akan membuat bahunya melar, dan kemeja memang paling rapi kalau disimpan tergantung. Setiap sweater yang pindah ke rak berarti satu gantungan kosong untuk kemeja-kemeja ini.
Cara Melipat Sweater Tanpa Meninggalkan Garis
Bentangkan sweater di kasur dengan bagian depan menghadap ke bawah. Lipat kedua lengannya ke belakang sampai bersilang di punggung. Setelah itu, lipat bagian badan dari bawah ke atas, jadi dua, atau jadi tiga kalau raknya kecil.
Biarkan lipatannya sedikit mengembang. Godaan untuk meratakannya dengan telapak tangan memang besar, tapi lipatan yang ditekan itulah yang nanti berubah jadi garis.
Untuk sweater yang sering dipakai, pindahkan titik lipatan tengahnya sedikit setiap kali dia kembali ke lemari. Kain yang tidak selalu tertekuk di tempat yang sama tidak akan punya garis tetap.
Satu tumpukan cukup berisi tiga atau empat sweater. Kalau lebih tinggi, sweater di dasar tumpukan harus menanggung berat semua yang di atasnya, dan bentuknya ikut pipih.
Sweater tipis punya pilihan lain: digulung. Gulung dengan longgar, cukup sampai bentuknya tidak terurai.
Kalau Lemari Sempit, Sampirkan Sweater di Palang Gantungan
Tidak semua lemari punya rak yang lega. Kalau ruang gantung di lemarimu lebih banyak daripada raknya, gantungan masih bisa dipakai, asal sweater tidak digantung dari bahunya.
Lipat sweater dari kiri ke kanan sampai lengan kiri menumpuk tepat di atas lengan kanan. Sampirkan lipatan itu di palang bawah gantungan, tepat di tengah, sehingga kedua ujungnya menjuntai seperti sarung yang dijemur. Palang yang panjang membagi beratnya dengan rata, sementara bahu sweater bebas dari tarikan.
Cara ini cocok untuk sweater tipis yang hampir tiap minggu kamu pakai ke kantor ber-AC. Sweater yang tebal dan berat tetap lebih aman dilipat di rak.
Hoodie ikut aturan yang sama, tergantung bahannya. Hoodie fleece, yaitu kain tebal yang sisi dalamnya berbulu halus, cukup berat sehingga bahunya ikut tertarik kalau digantung. Yang ini sebaiknya dilipat. Hoodie tipis dari kain kaos boleh menumpang di palang gantungan seperti sweater tipis tadi.
Sebelum Disimpan Lama, Cuci Dulu dan Taruh di Rak Terbuka
Banyak sweater hanya keluar saat musim hujan atau liburan ke dataran tinggi, lalu tidur di lemari berbulan-bulan. Sebelum masa tidur itu, cuci dulu. Keringat dan minyak kulit yang tertinggal di serat kain mengundang ngengat, dan jadi sumber bau saat lemari dibuka nanti.
Pastikan sweaternya kering betul sebelum dilipat. Sedikit lembap saja bisa berubah jadi bau apak di lemari yang tertutup.
Soal tempat, rak terbuka lebih aman daripada laci, karena tumpukan di laci gampang tertekan setiap kali lacinya didorong menutup. Kalau laci memang satu-satunya tempat, isi secukupnya saja. Laci yang harus ditutup sambil didorong lutut sudah jelas terlalu penuh.
Cara Meratakan Bahu Sweater yang Telanjur Menonjol
Benjolan seperti di foto Puncak tadi umumnya masih bisa hilang. Yang susah pulih biasanya bekas yang dibiarkan bertahun-tahun.
Kalau benjolannya masih ringan, sedikit air sudah cukup. Semprotkan air atau tepuk bagian bahu dengan tangan basah sampai lembap, usap pelan dengan jari sampai rata, lalu biarkan sweater kering sambil berbaring di atas handuk.
Bekas yang sudah berbulan-bulan butuh cara yang lebih menyeluruh: cuci seluruh sweaternya. Selagi masih basah, bentangkan di atas handuk dan rapikan bahunya dengan tangan sampai garisnya mulus lagi. Kain rajut yang basah itu penurut. Bentuk yang kamu berikan sekarang akan dia pegang sampai kering.
Punya setrika uap? Semburkan uapnya ke bahu dari jarak beberapa senti, dengan setrika melayang dan tidak menyentuh kain. Menekan setrika ke rajutan justru melindas lengkungan benangnya sampai gepeng, dan tekstur sweater ikut hilang.
Begitu bahunya rata lagi, langsung lipat dan taruh di rak. Gantungannya biar dipakai kemeja saja.