KASUAL Stories

Dari Kantor ke Makan Malam, Cukup Ubah Satu Bagian Bajumu

Diterbitkan

Dari Kantor ke Makan Malam, Cukup Ubah Satu Bagian Bajumu

Pukul setengah enam sore, temanmu mengirim lokasi restoran. Di kolong meja ada tas berisi kemeja ganti yang kamu bawa dari rumah. Sudah sepuluh jam kemeja itu terlipat, dan bekas lipatannya kini membentuk kotak-kotak rapi di dada. Belum lagi harus berganti di bilik toilet kantor yang lantainya basah.

Kemeja itu boleh tetap di tas. Untuk makan malam sepulang kantor, kamu jarang perlu berganti baju. Cukup ubah satu bagian dari yang sedang kamu pakai. Bagian mana yang sebaiknya diubah bisa kamu baca dari kain dan potongan bajumu.

Kalau Memakai Blazer atau Kardigan, Cukup Lepaskan

Lapisan luar biasanya bagian yang paling terlihat kantoran. Lepaskan, lalu sampirkan di sandaran kursi kantor atau lipat dan masukkan ke tas. Kemeja dan celana yang tersisa sudah pantas untuk makan malam, jadi tidak perlu ada perubahan lain.

Kalau restorannya terkenal dingin, bawa saja lapisan itu dan pakai lagi begitu AC mulai terasa menusuk.

Kalau Cuma Kemeja, Lihat Kain dan Kerahnya

Tanpa lapisan luar, ada dua cara yang paling mudah: menggulung lengan atau membuka kancing teratas. Satu saja sudah cukup.

Lengan yang digulung sampai di bawah siku langsung membuat kemeja kantor terlihat lebih santai. Buka kancing manset, lipat ke atas selebar manset, lalu lipat sekali lagi. Gulungan seperti ini paling awet di kain yang agak tebal dan bertekstur, seperti oxford. Kain tipis yang licin biasanya sudah melorot ke pergelangan sebelum makanan datang.

Kalau kemejamu tipis, pilih kerah. Kancing teratas yang seharian terkancing cukup dibuka. Cara ini paling rapi pada kerah button-down, yaitu kerah yang ujungnya dikancingkan ke badan kemeja. Ujung kerahnya tertahan, jadi tidak mencuat ke mana-mana. Kemeja oxford biru dongker, misalnya, berbahan katun yang cukup tebal dan berkerah button-down, jadi kamu bebas memilih lengan atau kerah.

Kemeja yang Seharian Dimasukkan Sebaiknya Tetap di Dalam

Mengeluarkan kemeja dari celana kelihatannya cara tercepat untuk terlihat santai. Hasilnya sering malah berantakan. Bagian yang seharian terselip di dalam celana biasanya paling kusut, dan begitu dikeluarkan, kusut itu pindah ke tempat yang paling terlihat.

Panjangnya juga jadi soal. Kemeja kantor sering dibuat panjang supaya tidak tertarik keluar saat kamu duduk atau mengangkat tangan. Kalau ujung belakangnya menutupi seluruh bokong, kemeja itu memang dibuat untuk dimasukkan. Kemeja yang lebih pendek dan tidak gampang kusut boleh saja dikeluarkan.

Celana dan Sepatu Tidak Perlu Ikut Diganti

Celana kantor berwarna gelap sudah cocok untuk kebanyakan restoran. Chino, celana katun yang lebih santai dari celana bahan tapi lebih rapi dari jeans, termasuk yang paling gampang diajak berpindah suasana. Chino Workpant hitam atau versi cokelat kopinya tidak terlihat salah tempat, baik di ruang rapat pagi tadi maupun di meja restoran malam ini.

Sepatu kulit juga aman. Kalau kamu menyimpan sepatu kets di kolong meja, menggantinya boleh, dan itu sudah terhitung satu perubahan. Lengan dan kerah kemejamu bisa dibiarkan seperti tadi pagi.

Satu hal lagi tidak masuk hitungan karena memang wajib: lepas kartu akses kantor dari lehermu sebelum masuk restoran.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Kalau restorannya cukup resmi, apa yang perlu diubah?

Mungkin tidak ada. Baju kantor yang rapi justru pas untuk restoran yang lebih resmi. Biarkan kemeja tetap dimasukkan dan manset tetap terkancing. Kalau tadi kamu memakai blazer, pakai terus.

Bagaimana kalau kantor mewajibkan dasi?

Lepas dasinya, lalu buka kancing teratas. Keduanya dihitung satu perubahan, karena kerah yang masih terkancing rapat tanpa dasi akan terlihat seperti dasinya ketinggalan.

Kalau kemejanya lengan pendek, apa yang bisa diubah?

Kemeja lengan pendek sudah santai dari sananya. Buka kancing teratas kalau seharian masih terkancing. Kalau sudah terbuka, biarkan saja. Kemeja itu sudah siap dipakai makan malam.

Kalau hari itu memakai batik ke kantor, perlu diubah juga?

Tidak wajib. Batik sudah pantas untuk makan malam di hampir semua tempat. Kalau batikmu lengan panjang dan suasananya santai, kamu boleh menggulung lengannya dua kali seperti kemeja biasa.

Makan malamnya di warung tenda, ada yang perlu disiapkan?

Gulung lengan sebelum duduk. Selain terlihat lebih santai, ujung lengan kemejamu jadi aman dari sambal dan kuah soto.