KASUAL Stories

Kenapa Celana Naik di Betis Saat Duduk dan Tidak Mau Turun Lagi

Diterbitkan

Kenapa Celana Naik di Betis Saat Duduk dan Tidak Mau Turun Lagi

Nomor antreanmu akhirnya dipanggil. Kamu bangkit dari kursi besi ruang tunggu bank dan berjalan ke loket. Baru saat menunduk untuk tanda tangan, kamu melihatnya: kaki celana kanan masih tertahan di tengah betis. Yang kiri sudah turun ke sepatu, yang kanan belum. Kaus kaki bergaris oranye yang tadi pagi kamu comot dari laci tanpa melihat kini dipamerkan ke seisi ruang tunggu.

Celana yang naik saat kamu duduk itu wajar. Yang perlu dicari tahu adalah kenapa celana itu tidak mau turun lagi setelah kamu berdiri.

Lutut yang Menekuk Menarik Ujung Celana ke Atas

Waktu duduk, kain celana harus menutupi paha yang mendatar dan lutut yang menekuk. Jalurnya jadi lebih panjang daripada saat berdiri, sementara panjang celanamu tetap. Kekurangannya diambil dari bawah, jadi ujung celana naik ke tulang kering.

Makin sempit celana di paha dan lutut, makin jauh ujungnya tertarik. Celana yang lega di bagian itu punya cadangan kain. Celana barrel hitam, misalnya, lebar di paha, sedikit membulat, lalu meramping halus ke bawah. Dengan celana seperti itu, lututmu tidak perlu meminjam banyak kain dari ujungnya.

Yang Menahan Ujung Celana di Betis Setelah Berdiri

Begitu kamu berdiri, kain seharusnya jatuh lagi karena beratnya sendiri. Ada dua hal yang bisa menghalanginya.

Pertama, ruang di betis. Betis adalah bagian paling besar dari kaki bawahmu. Ujung celana yang menyempit naik melewati pergelangan kaki, lalu berhenti di bagian betis yang mulai membesar. Saat kamu berdiri, ujung itu sudah menjepit di sana, dan kain yang bertumpuk di atasnya ikut mengganjal.

Kedua, kainnya sendiri. Bahan yang ringan tidak cukup berat untuk turun sendiri, sedangkan kain melar yang memeluk betis justru ikut menahan. Sebaliknya, kain tebal yang tidak melar biasanya meluncur turun begitu kakimu lurus. Keringat juga berpengaruh. Sehabis naik motor di siang bolong, kulit yang lembap membuat kain apa pun lebih lengket.

Raba Betismu Saat Duduk, Baru Pilih Celananya

Duduklah dengan celana yang sering tertahan itu, lalu raba kain di sekitar betismu. Lakukan hal yang sama di kamar pas sebelum membeli celana baru.

Kalau kainnya terasa menjepit, berarti ruangnya kurang. Naik satu ukuran bisa membantu, atau pilih potongan yang lebih lega di betis. Kalau bingung potongan mana yang cocok, penjelasan soal slim, athletic, dan straight fit di Pusat Bantuan KASUAL bisa jadi pegangan.

Kalau kainnya longgar tapi tetap tertahan, lihat bahannya. Coba celana dari kain yang lebih berat dan tidak melar, misalnya denim tebal pada jeans barrel biru gelap.

Celana ankle lain lagi ceritanya. Potongan ini memang berhenti di atas mata kaki, seperti Executive Ankle Pant abu gelap, jadi ujungnya sudah tinggi sejak awal. Saat kamu duduk, kaus kaki pasti lebih banyak terlihat. Tidak masalah, asal kaus kakinya bukan hasil comot dari laci tanpa melihat. Apalagi kalau hari itu kamu ada urusan di bank.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Kenapa sering cuma satu kaki celana yang tertahan di betis?

Biasanya karena posisi dudukmu tidak simetris. Kaki yang ditekuk lebih dalam, atau yang ditumpangkan ke kaki satunya, menarik ujung celananya lebih tinggi. Kaki itulah yang paling dulu tersangkut.

Kaus kaki seperti apa yang aman kalau celana sering naik saat duduk?

Pilih yang cukup tinggi untuk menutupi kulit kaki saat kamu duduk, misalnya kaus kaki setinggi betis. Warna yang senada dengan celana atau sepatu membuat bagian yang terlihat tidak mencuri perhatian.

Celana yang telanjur sempit di betis bisa dilonggarkan di penjahit?

Sering bisa, asal masih ada sisa kain di balik jahitan samping kakinya. Minta penjahit memeriksanya dulu. Kalau sisa kainnya tipis, hasilnya tidak akan terasa banyak berbeda.

Celana tertarik jauh ke atas saat naik motor, bagaimana mengakalinya?

Di motor, lutut menekuk sepanjang jalan dan angin ikut mendorong ujung celana ke atas, jadi wajar kalau naiknya lebih tinggi. Setelah turun, hentakkan kaki pelan atau tarik sedikit kain di bagian lutut supaya ujungnya jatuh. Biasakan melirik ke bawah sebelum masuk gedung.

Celana jadi lebih sering tertahan setelah dicuci, apakah menyusut?

Bisa jadi, terutama celana katun yang dicuci dengan air panas atau dikeringkan dengan mesin. Menyusut sedikit saja sudah membuat bagian betis terasa lebih sempit. Cuci dengan air dingin dan jemur di tempat teduh supaya ukurannya bertahan.